'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
MAMPU KOTA TEGAL SUKSESKAN PILKADA DENGAN MENGADAKAN PENDIDIKAN PEMILIH UNTUK PEREMPUAN
13 April 2018 12:14 WIB | dibaca 407

Tegal,  28 Maret 2018 bertepatan dengan hari Rabu, Tim Management MAMPU Kota Tegal mengadakan kegiatan Pendidikan Poltik Perempuan yang dilaksanakan di Aula SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal. Pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk Pengawalan jalannya Pilkada, sehingga diperlukan untuk menjaga pelaksanaan pemilu agar sesuai dengan prinsip demokrasi melalui ketentuan dan asasnya. Pada Juni 2018 ini, akan berlangsung Pilkada serentak di 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. Sedangkan pada April 2019 akan berlangsung Pileg dan Pilpres. Kaitannya dengan hal tersebut Masyarakat sipil memiliki peran dalam mengawal pelaksanaan Pilkada sebagai wujud hak warga negara dalam mengawal penggunaan hak pilih dan kontrol publik dalam menjaga kedaulatan rakyat pada penyelenggaraan negara. Salah satu tujuan dari kegiatan ini  Meningkatkan pemahaman para pemilih perempuan di komunitas agar menjadi pemilih yang cerdas dan kritis.

‘Aisyiyah sebagai elemen masyarakat sipil dan organisasi perempuan yang bekerja nyata pada isu-isu perempuan dan anak memiliki peran strategis dalam mengawal jalannya pemilihan umum, baik melalui penguatan kapasitas kader perempuan, melakukan pendidikan pemilih, dan advokasi kebijakan isu-isu perempuan dan anak serta kaum dhu’afa mustadh’afin (lemah dan terlemahkan) sebagai isu prioritas sejak masa pemilihan hingga paska pemilihan, melalui visi misi calon hingga program prioritas paska terpilih. ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan juga perlu mendorong kiprah perempuan dalam proses demokratisasi pada area politik formal, antara lain mendorong kepemipinan perempuan baik di legislatif, eksekutif, dan ranah publik agar kebijakan dan pelaksanaan pemerintah berpihak pada perempuan dan anak serta kaum dhu’afa mustadh’afin (lemah dan terlemahkan).

Kegiatan yang dihadiri oleh 115 orang ini terdiri dari berbagai kalangan, yaitu : PRA se-Kota Tegal, PCA se-Kota Tegal, Nasyiatul Aisyiyah, IMM, IPM, HW, Pemuda, BSA di Kota Tegal, serta media. Kegiatan ini diawali dengan dibukanya acara oleh MC dan pembacaan susunan acara. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Hj. Dewi Umaroh, S.Psi. sebagai ketua umum Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Tegal  menyampaikan diskusi pendidikan politik untuk perempuan ini dilaksanakan karena Aisyiyah merupakan organisasi masyarakat perempuan dengan jumlah terbanyak. Sehingga dalam pesta demokrasi suara Aisyiyah menjadi layak untuk diperhitungkan. Menurut Ibu Hj. Dewi Umaroh, S.Psi., "Suara perempuan menjadi sangat berarti dalam pilkada nanti. Untuk itu kaum hawa harus mengetahui kebijakan dan tantangan pemilu, mengidentifikasi pengawalan dan memetakan isu-isu perempuan dan anak. Sehingga dalam Pilkada nanti kader Aisyiyah dapat memilih dengan cerdas dalam memilih calon dan mewakili suara perempuan. Terutama untuk paslon yang memiliki visi dan misi cerdas dan respontif serta peka terhadap masalah anak, karena anak masih memiliki masa depan yang jauh untuk berkembang. Kemudian melalui visi dan misi dan program terhadap perempuan dan anak."

Penyampaian materi oleh narasumber pertama yaitu Ibu Elvi Yuniarni, SH., dari KPU Kota Tegal dengan tema “Kebijakan Dan Tantangan Pilkada Menuju Pelaksanaan Pilkada Yang Demoktratis Substantif”. Paparan ini berisi tentang pentingnya menjadi pemilih yang cerdas, seperti QS. Ali Imron:104 “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung”. Filosofi demokrasi meliputi (1) Regulasi kepemimpinan, (2) Peningkatan kesejahteraan masyarakat, (3) Peningkatan kualitas berkehidupan kebangsaan.Buah dari reformasi yaitu (1) Pemilihan secara langsung (pemilu dan pilkada, (2) Peningkatan kualitas demokrasi yang substantive.

Narasumber kedua Dr.Hamidah Abdurrachman akademisi dari Universitas PancasaktiTegal menyampaikan materi “Peluang Dan Strategi Masyarakat Sipil Dalam Mengawal Pilkada Demokratis”.BanyaknyaElit Partai politik sebagai penggerak utama dalam pembangunan kehidupan bangsa, justru sebagian di antaranya melakukan perbuatan yang menimbulkan kerusakan sosial-politik, sehingga mengakibatkan masyarakat kecewa terhadap partai politik dan kepercayaan masyarakat terhadap Pemilu juga terus menurun.

Paparan dari Ibu Gun menyampaikan Keharusan ber Politik. Peran Aisyiyah dalam Partisipasi Demokrasi / PemiluMuhammadiyah dan Aisyiyah berkonstribusi positif dalam pembentukan  demokrasi yang ber martabat. Keterwakilan Perempuan : Keterwakilan Politik Perempuan dalam DPR Pemilu 2009 dan 2014 masih 18 % (rendah), Minimnya jumlah Kepala Daerah perempuan, bahkan kandidat, Problem Sistem Pemilu  menghambat keterwakilan perempuan. Problem pendidikanpolitik perempuan minimnya advokasi masyarakat pasca pemilu, minimnya pendidikan politik dan pendidikan pemilih, masyarakat masih abai terhadap perannya sebagai warga negara, minimnya peluang partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan public, peningkatanpartisipasiperempuan dalam pembangunan, penurunan angka kematian ibu, perlindungan perempuan, bantuan modal usaha bagi  perempuan. 

Kegiatan ini diakhiri dengan beberapa pesan dari pemateri yang berisi, Jika ragu-ragu karena paslon sama-sama bagus maka pilihlah yang banyak baiknya, seperti paham alquran, paham hadits, bagus agamanya, paham terhadap pemerintahan maka pilihlah paslon yang terbaik, serta berjanji pada diri sendiri bahwa saya akan menyalurkan aspirasi, akan merubah sistem ini. Jika kita acuh tak acuh dan diam maka sistem akan selamanya seperti ini, jadi Aisyiyah tidak akan terpengaruh dengan adanya ajakan untuk golput. Dan Jika ragu karena buruk – buruk, pilihlah yang keburukannya paling sedikit.

Shared Post: