'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
MAMPU KOTA TEGAL ADAKAN KERJASAMA DENGAN PWA JAWA TENGAH UNTUK PENGUATAN GISI MELALUI OPTIMALISASI PENGELOLAAN KOPERASI SAMPAH
28 Juni 2018 13:13 WIB | dibaca 504

Tegal, 29 Mei 2018 lalu MAMPU PDA Kota Tegal mengadakan kegiatan "Penguatan Gerakan Infaq Sayang Ibu (GISI) melalui Optimalisasi Pengelolaan Koperasi Sampah" yang bekerjasama dengan Piminan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah. Mendengar kata sampah maka persepsi yang hadir adalah bau dan jijik. namun ketika mendengar kata KOPERASI yang terlintas adalah tempat untuk menabung, kegiatan simpan pinjam, kegiatan sosial dan jasa, dengan konsep kepemilikan bersama. perpaduan antar image sampah dan image koperasi menimbulkan pertanyaan yang menggelitik dibenak kita, bisakah kita menabung sampah ?. sebelum membahas tentang koperasi sampah, kita tinjau terlebih dahulu.

Selama ini sudah menjadi kebiasaan menangani sampah perkotaan dengan cara K.A.B atau Kumpul Angkut Buang, hal tersebut memang memudahkan kita, di satu sisi rumah dan lingkungan kita bersih namun orang lain yang tempatnya dikorbankan dan dijadikan tempat pembunagan sampah tentu saja mengalami kerugian dan kerusakan. paradigma atau cara pandang dalam menangani sampah telah dirubah, berikut bahan paradigma yang dibangun :

 

Penjelasan :

Segitiga merah (Paradigma lama); kotak pencegahan ada diujung kerucut atau paling sedikit yang berperan dalam penanganan sampah. Sementara kotak TPA (Tempat Pembuangan Akhir) mendapat porsi terbesar yabg berarti sampah dibuang lebih banyak. Segitiga terbalik hijau (paradigma baru); Kotak pencegahan mendapat porsi terbesar pada segitiga terbalik, sehingga sampah yang masuk ke TPA berkurang. Upaya Penanganan sampah dari hilir dapat dilakukan dengan mendirikan Koperasi Sampah.

 

Koperasi Sampah adalah sebuah istilah yang diperuntukkan bagi suatu paguyuban atau perkumpulan warga sadar sampah yang memiliki tujuan untuk mengurangi volume sampah, memanfaatkan sampah, dan mengelolanya untuk dijadikan sumber penghasilan tambahan. Cara kerja dari Koperasi Sampah adalah mengumpulkan sampah anorganik sebanyak - banyaknya dari lingkungan anda sendiri. Kemudian sampah tersebut di kumpulkan ke petugas Koperasi. Sampah tersebut nantinya akan dipilih sesuai jenisnya lalu kemudian ditimbang. Selanjutnya, sampah yang telah dipilih menurut jenisnya dan yang telah ditimbang tersebut akan ditukar dengan sejumlah uang. Koperasi sampah yang baik tentunya memiliki kriteria seperti memiliki badan hukum, memiliki sistem administrasi, memiliki pengepul tetap, memiliki buku tabungan, dan memiliki pihak penanggung jawab dan petugas lainnya.

Kegiatan yang diikuti 30 orang terdiri dari Ketua Majelis PDA Kota Tegal dan Kader BSA se-Kota Tegal ini menjadikan momen ini sebagai upaya peningkatan Gerakan Infaq Sayang Ibu (GISI) dengan memanfaatkan Koperasi sampah yang telah di uraikan sebelumnya. Tentunya masalah sampah bukanlah permsalahan yang bisa dibiarkan begitu saja. Diperlukan tindakan nyata dan kerjasama oleh setiap lapisan masyarakat dan Koperasi sampah ini bisa menjadi solusi dalam penangan tersebut pula. Adapun manfaat dari Koperasi sampah dapat kita lihat di gambar berikut ini :

 

 

Harapannya dengan adanya kegiatan tersebut, program GISI dapat ter-inovasi dengan baik melalui program ini. Selain upaya peningkatan GISI dan menambah keuangan, Koperasi sampah ini pun di kerjasamakan dengan LAZISMUH Kota Tegal untuk pengadaan alat pengolahan sampah. Peserta kegiatan tersebut berencana mengaktifkan Koperasi Sampah tersebut setelah proses persiapan dirasa cukup.

Shared Post: