'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
AISYIYAH KOTA TEGAL ADAKAN KEGIATAN EDUKASI PADA KELUARGA TENTANG PENCEGAHAN STUNTING
12 Juli 2019 22:13 WIB | dibaca 153

Jumat, 12 Juli 2019 Pukul 13.30 - Selesai SMK Muhammadiyah  Jl. Perintis Kemerdekaan No.95 TegaL dengan Narasumber bu Ratna Dewi. Aisyiyah mengadakan kegiatan Edukasi Pada Keluarga tentang Pencegahan stunting, di latar belakangi terjadinya stunting karena Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu masalah gizi yang menjadi perhatian utama saat ini adalah masih tingginya anak balita pendek (Stunting). Pemantauan Status Gizi Tahun 2016, mencapai 27,5 % (Batasan WHO < 20%),hal ini berarti:

  1. Pertumbuhan tidak maksimal dialami sekitar8,9 juta anak Indonesia (1 : 3 anak Indonesia mengalami stunting).
  2. Lebih dari 1/3 anak berusia di bawah 5 tahun di Indonesia tingginya berada di bawah rata-rata.

Pemerintah meluncurkan Rencana Aksi Nasional Penanganan Stunting pada  Agustus 2017, yang menekankan pada kegiatan àintervensi Gizi Spesifik dan Gizi Sensitif pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan hingga sampai dengan usia 6 tahun.Kebijakan ini didukung melalui (1) Peraturan Presiden No. 42 Tahun 2013 : Percepatan. (2) Perbaikan Gizi. (3) Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2017 : Gerakan. (4) Masyarakat Sehat. Peraturan Presiden No. 83 Tahun 2017 : Kebijakan. (5) Strategis Pangan dan Gizi.

Apa itu stunting? Stunting adalah sebuah kondisi dimana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umumnya (yang seusia). Penyebab stunting:

  1. Praktek pengasuhan yang tidak baik

Kurang pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan. 60 % dari anak usia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI ekslusif. 2 dari 3 anak usia 0-24 bulan tidak menerima Makanan PenggantiASI.

  1. Terbatasnya layanan ANC , PNC dan pembelajaran dini yang berkualitas

Dua dari 3 ibu hamil belum mengkonsumsi suplemen zat besi memadai. Menurunnya tingkat kehadiran anak di Posyandu (dari 79% di 2007 menjadi 64% di 2013). Tidak mendapat akses yang memadai ke layanan imunisasi. 1 dari 3 anak usia 3-6 tahun tidak terdaftar di PAUD.

  1. Kurangnya akses ke makanan bergizi.1 dari 3 ibu hamil anemia.
  2. Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi. 1 dari 5 rumah tangga masih BAB diruang terbuka. 1 dari 3 rumah tangga belum memiliki akses ke air minum bersih.

Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal anak lahir stunting baru nampak setelah anak berusia 2 tahun. Ciri-ciri stunting pada anak (1) Usia 8-10 tahun anak menjadi lebih pendiam tidak melakukan eye contact. (2) Pertumbuhan terlambat. (3) Wajah tampak lebih muda. (4) Tanda pubertas terlambat. (5) Performa buruk pada tes perhatian dan memori belajar. (6) Pertumbuhan gigi terlambat. Dampak stunting (1) Mudah sakit. (2) Kemampuan kognitif berkurang. (3) Saat tua berisiko terkena penyakit berhubungan dengan pola makan. (4) Fungsi-fungsi tubuh tidak seimbang. (5) Mengakibatkan kerugian ekonomi. (6) Postur tubuh tak maksimal saat dewasa.

Umur

Laki-laki

Perempuan

 

BB (kg)

TB (cm)

BB (gr)

TB (cm)

 

Lahir

2,8-3,9

47,6-53,1

2,7-3,7

46,8-52,9

 

3 bl

4,8-6,4

55,7-61,9

4,4-60

54,4-61,8

 

6 bl

6,3-8,4

62,4-69,2

5,8-7,9

60,9-69,1

 

1 th

8,3-11,0

71,5-79,7

7,7-10,5

68,8-78,9

 

2 th

10,5-14,4

82,5-91,5

9,7-13,7

80.8-89,9

 

3 th

12,1-17,2

89,4-100,8

11,5-16,5

88,1-99,2

 

4 th

13,6-19,9

95,5-108,2

13,0-19,2

95,0-106,9

 

5 th

15,0-22,6

102,0-115,1

14,4-21,7

101,1-113.9

 

 

PENANGANAN

  1. Penanganan Gizi Spesifik (kontribusi 30%)1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
    1. Sasaran Ibu Hamil:
      1. Makanan tambahan pada ibu hamil untuk mengatasi kekurangan energi dan protein kronis.
      2. Mengatasi kekurangan zat besi dan asam folat.
      3. Mengatasi kekurangan iodium.
      4. Menanggulangi kecacingan pada ibu hamil.
      5. Melindungi ibu hamil dari Malaria.
    2. Sasaran Ibu Menyusui dan Anak Usia 0-6 Bulan:
      1. Inisiasi menyusui dini (pemberian ASI jolong/colostrum).
      2. ASI Eksklusif.
    3. Sasaran Ibu Menyusui dan Anak Usia 7-23 bulan:
      1. Lanjutkan ASI hingga usia 23 bulan  &  MP-ASI.
      2. Pemberian obat cacing.
      3. Pemberian suplementasi zink.
      4. Fortifikasi zat besi ke dalam makanan.
      5. Perlindungan terhadap malaria.
      6. Imunisasi lengkap.
      7. Pencegahan dan pengobatan diare.
  1. Intervensi Gizi Sensitif  (kontribusi 70% )
    1. Sasaran dari Intervensi  ini adalah masyarakat secara umum, a.l:Ibu hamil dan balita pada 1.000 Hari PertamaKehidupan (HPK).
      1. Menyediakan dan Memastikan Akses pada Air Bersih.
      2. Menyediakan dan Memastikan Akses pada Sanitasi.
      3. Melakukan Fortifikasi Bahan Pangan.
      4. Menyediakan Akses kepada Layanan Kesehatan dan KB.
      5. Menyediakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
      6. Menyediakan Jaminan Persalinan Universal (Jampersal).
      7. Memberikan Pendidikan Pengasuhan pada Orang tua.
      8. Memberikan Pendidikan Anak Usia Dini Universal.
      9. Memberikan Pendidikan Gizi Masyarakat.
      10. Edukasi Kesehatan Seksual, Reproduksi & Gizi pada Remaja.
      11. Menyediakan Bantuan dan Jaminan Sosial bagi Keluarga Miskin.
      12. Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Gizi.

Penanganan stunting pada anak lebih dari 2 tahun:

  1. Ingat TPG + 20%
  2. Pertumbuhan maksimum anak laki-laki s/d 30 th dan Perempuan 20 th àpertumbuhan pesat pada 9 tahun awal.
  3. Asupan nutrisi seimbang yang adekuat.
  4. Olah Raga aktif.
  5. Minimalkan kejadian infeksi (immunisasi, dll)
  6. Dukungan keluarga, sekolah dan teman sebaya.
  7. Jaga kebersihan

Rujukan Al Baqarah; 125;

َإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

 Arti: Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".

2. Al Maidah;6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Arti: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

Rasulullah bersabda;

  1. “Kebersihan itu mengantarkan kepada keimanan dan keimanan itu menyertai pemiliknya di surga.” (Riwayat Ath-Thabrani) .
  2. “Islam itu bersih maka jagalah kebersihan (diriumu), sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang orang yang menjaga kebersihan” (H.R. Baihaqi)
  3. “Sesungguhnya Islam itu bersih, hendaklah kamu mewujudkan kebersihan karena sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang yang bersih”. (H.R. Khatib).
Shared Post: