'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
BSA CUT NYAK DIEN TURUT SERTA SUKSESKAN RUMAH GIZI DENGAN MEMBUAT KEBU GIZI METODE HIDROPONIK
27 Agustus 2019 09:57 WIB | dibaca 123

Pada tanggal 26 Agustus 2019 BSA Cut Nyak Dien Panggung mengadakan pertemuan yang dengan tema hidroponik kebun gizi. Materi disampaikan oleh ibu Azim dari tim MAMPU. Sebelum menunjukkan cara menanam secara hidroponik, beliau menyebutkan dahulu bahan dan alat yang dibutuhkan untuk membuat kebun gizi dengan metode hidroponik. Alat-alat yang dibutuhkan antara lain sterofoam yang sudah dialasi plastik hitam dan ditutup dengan lakban bagian atasnya,  rockwol, gergaji kecil, kain flanel, nampan, tusuk sate dan netpot. Bahan-bahan yang dibutuhkan diantaranya nutrisi, bibit tumbuhan dan air. Selain menggunakan alat-alat tersebut bisa pula digantikan dengan botol plasik, kapas, baskom dan ceting.

 Setelah menunjukkan bahan dan alat, ibu Azim melanjutkan mempraktekkan cara pembuatan  dengan metode hidroponik. Pertama, ibu Azim memotong rockwol dengan ukuran 2cm x 2 cm  sejumlah peserta. Kemudian kami membantu memasukkan bibit ke rockwol dengan menusuk  dengan tusuk sate. Setelah kami masukkan bibit, ibu Azim meletakkan diatas nampan dan memberi air, untuk persemaian. Untuk persemaiaan  ditunggu selama 10 hari. Langkah selanjutnya, kami siapkan nutrisi A dan nutrisi B. Nantinya setelah dipindahkan, akan diberi nutrisi dengan takaran tiap 1 liter air, diberi nutrisi 50ml nutrisi A dan 50ml nutrisi B. Masukkan kain sebagian flanel dan bibit yang telah disemaikan sebelumnya ke netpot. Kemudian maukkan ke streofoam yang telah dilubangi sebelumnya sesuai dengan ukuran netpot. Setelah itu taruh dibwah sinar matahari langsung.

Periksa secara berkala untuk mengisi kembali air dan nutrisi dalam sterofoam, Sesekali goyang pula sterofoamnya untuk memastikan nurtisi tidak mengendap terlalu lama, jadi hasil akan lebih baik lagi. Kami menanam bibit kangkung. Bibit ini dipilih karena mudah dan banyak dalam hasilnya. Satu bibit bisa sampai 3 kali panen. Selain itu bisa dimasukkan kedalan rockwol cukup banyak yaitu 5-9 biji. Sedangkan bibit lain, hanya 1 tiap rockwolnya.

Setelah menjelaskan dengan alat dan bahan yang telah dibeli, ibu Azim menjelaskan pula tentang cara menanam dengan menggunakan botol platik bekas, baskom dan ceting. Tidak jauh berbeda, hanya kita juga perlu memastikan flanel yang tidak terlalu panjang, dan air yng bisa dimasukkan lebih sedikit di botol dan baskom. Jadi konsentrasi nutrisi A dan B juga berbeda.

Sambil menjelaskan ibu-ibu pun bertanya. Ibu Yani bertanya, selain rockwol apa bisa menggunakan media lain. Ibu Azim menjawab, bisa menggunakan kapas, tetapi malah lebih mahal kapas. Dan penyerapannya juga lebih bagus dengan menggunakan rockwol.

Pertanyaan ke dua dari Bu Novi, dimana yang jual alat dan bahan hidroponik. Kemudian, bu Azim memberikan beberapa alternatif tempat, diantaranya di kraton dan mejasem. Untuk bibit bisa dibeli di toko pertanian, tapi untuk bahan dan alat hidroponik hanya ada di toko hidroponik. Bila tidak ingin repot mencari bisa pula mencari di toko online tapi bahan dan alat kadang yang didapat lebih sedikit, dibanding kita mencari sendiri ditoko.

Petanyaan ke tiga dari ibu Ati, yang menanyakan, keharusan, terkena sinar matahari secara langsung. Ibu Azim menjawab, harus, tapi juga harus diingat untuk dipantau, karena  satu-satunya hama yaitu lumut, kalau terlihat ada lumut, bagian yang ada lumutnya dibuang.

Akhir kata, mb Azim memjelaskan, bahwa tim mampu ingin memperdayakan ibu-ibu agar bisa membuat kebun gizi sendiri. Selain sehat karena kita menanam sendiri sayuran yang kita makan, kita bisa memastikan kandungan pada sayuran tersebut, tanpa pestisida dan mudah pula dimasak serta lebih enak.

Shared Post: