'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
BSA SUMURPANGGANG ADAKAN EDUKASI PENDIDIKAN POLITIK PADA PEREMPUAN JELANG PEMILU 2019
17 Maret 2019 17:00 WIB | dibaca 129

Ahad, 17 Maret 2019 bertepatan Pukul 16.00 yang bertempat di Rumah Ibu Imas Kodariyah Kel. Sumurpanggang. Berbeda dari kegiatan BSA setiap bulannya, pada pertemuan kali ini BSA Sumurpanggang yang diketuai oleh Ibu Imas Kodariyah mengadakan kegiatan Edukasi Pendidikan Politik Perempuan dangan sasaran pada kader dan anggota BSA selaku agen penyalur informasi kepada masyarakat luas. Pesta demokrasi yang digelar setiap 5 tahun sekali atau kita sebut dengan PEMILU akan dilaksanakan pada 17 April 2019 mendatang. Sebagai warga negara yang baik sudah seharusnya kita mensukseskan PEMILU tersebut dengan damai dan rasa suka cita. Namun sebelum kita ber euforia dengan Pemilu adakalanya perlu diadakannya pendidikan terlebih dahulu agar nantinya pelaksanaan dapat berjalan lebih lancar, mengingat bahwa tahun ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, dimana masyarakat Indonesia tidak hanya melakukan pemilihan presiden saja, namun bersamaan dengan pemilihan dewan perakilan rakyat (DPR). Oleh karen itu BSA di Kota Tegal melaksanakan kegiatan pendidikan Politik Perempuan guna melakukan pencerdasan kepada masyarakat terutama perempuan dalam memilih nantinya.

Tahun 2019 ini seluruh masyarakat Indonesia dihadapkan pada PEMILU dengan memilih 5 calon dengan komposisi sebagai berikut :

  1. Memilih Capres dan Cawapres (surat Suara berwarna Abu - abu)
  2. Memilih Calon ANggota DPD RI  (Surat SUara berwarna Merah)
  3. Memilih Calon DPR RI (Surat Suara berwarna Kuning)
  4. Memilih Calon DPRD Provinsi (Surat Suara berwarna Biru)
  5. Memilih Calon DPRD Kota/Kab (Surat Suara berwarna Hijau

Pada kegiatan ini yang di Narasumber langsung oleh Koordinator Program MAMPU Kota Tegal menyampaikan, bahwa "Selain kita mengenal profil dari para calon - calon tersebut, kita juga erlu memahami bahwa partai partai yang turut serta dalam perhelatan tersebut dari partai mana saja. dan tentunya menjadi pemilih cerdas dengan tidak terlibat dalam lingkaran Money Politic. Karena nantinya akan merusak moral kita selaku bangsa dan merusak tatanan kehidupn berbangsa dan bernegara. DIsisi lain agama pun berdalih bahwa hukum nya menjadi Haram". (LNH)

Shared Post: