'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Cadre recruitment for case finding base on contact investigation - Terpilihnya Kader yang Militan
05 Maret 2019 10:39 WIB | dibaca 132

27-28 Februari 2019 dan 1, dan 4 Maret 2019 Community TB Care ’Aisyiyah adakan Cadre recruitment for case finding base on contact investigation - Terpilihnya Kader yang Militan. Kegiatan ini merupakan seleksi bagi kader yang berkualitas dan atau melakukan rekrut kembali kader komunitas yang akan melakukan penemuan kasus secara aktif melalui pendekatan investigasi kontak. Pemilihan kader diperlukan karena pada rouand NIP menggunakan pendekatan temuan  kasus yang berbeda dengan R-NFM. Pada R-NIP menggunakan pendekatan investigasi kontak dalam menemukan kasus TBC.

Kegiatan memiliki tujuan :

- Menjaring nama-nama daftar calon kader komunitas yang direkomendasikan oleh organisasi, petugas puskesmas, pemerintahan setempat yang potensial untuk mencari terduga TBC

- Melakukan seleksi/pemilihan kepada kader lama untuk kemudian diberikan peningkatan kapasitas dan pemahaman penemuan kasus secara aktif menggunakan pendekatan investigasi kontak.

Dari kegiatan ini maka terjaring nama-nama kader yang kompeten dan berdedikasi tinggi untuk bekerja s Tb Care Aisyiyah Kota Tegal maupun Puskesmas   se-Kota Tegal maupun masyarakat secara umum. Untuk sama-sama menuntaskan Indonesia besas TB 2030.

Diharapkan dari terpilihnya kader-kader TB ini mampu memberikan kontribusi yang maksimal dalam kegiatan investigasi kontak sesuai program dari SSR TB Care Aisyiyah Kota Tegal khususnya di tahun 2018/2019 ini.

Berikut hasil seleksi nama-nama Kder TB di Kota Tegal

Minggu 2 September 2018

1.Eni Sopiyaningsih (Puskesmas Tegal Timur)

2. Maria Eka Wati (Puskesmas Slerok)

3.Koriah (Puskesmas Tegal Timur)

4. Rusmiati (Puskesmas Tegal Timur)

5. Wuryani (Puskesmas Tegal Timur)

6. Febry.S. (Puskesmas Tegal Timur)

7. Nuzuliatun (Puskesmas Tegal Timur)

8. Arif Suprianto (Puskesmas Bandung)

9.Sulastri (Puskesmas Bandung)

10.Sri Pusparini (Puskesmas Bandung)

11. Sri Larasati (Puskesmas Bandung)

12. Widya Astuti (Puskesmas Tegal Selatan)

 

Sabtu, 8 September 2019

1. Roimah (Puskemas Debong Lor)

2. Sukesi (Puskesmas Tegal Barat)

3. Ria Rainawati (Puskesmas Tegal Barat)

4. Primatexyanti (Puskesmas Debong Lor)

5.Kanti Rahayu (Puskesmas Tegal Barat)

6. Sugiyanti (Puskesmas Debong Lor)

7. Mihaningsih (Puskesmas Debong Lor)

8. Sustianingsih (Puskesmas Debong Lor)

9. Sobiroh (Puskesmas Kaligangsa)

10. Joice Th Sucita (Puskesmas Margadana)

11. Indriyani (Puskesmas Margadana)

12. R.Adi Ernawati (Puskesmas Margadana)

13. Kasmunih (Puskesmas Kaligangsa)

14. Setiati (Puskesmas Margadana)

15. Priyatiningsih (Puskesmas Margadana)

16. Eva Yuliwati (Puskesmas Margadana)

17. Atik (Puskesmas Margadana)

18. Endang R (Puskesmas Margadana)

Adapun hal yang dapat menjadi kesimpulan kegiatan ini adalah :

  • Dibutuhkan komunikasi aktif antara SSR TB Care Aisyiyah Kota Tegal dengan Kader sehingga terjalin hubungan kerja yang sangaat solid untuk bersama –sama berkomitmen membasmi penyakit Tb
  • Kader harus aktif menjaring penderita TB agar cita-cita Indonesia bebas TB Tahun 2030 dapat tercapai.
  • Pemerintah berusaha menggratiskan pengobatan TB. Jika pasien belum memiliki kartu BPJS Kesehatan dan ingin memeriksakan dahak di Puskesmas, maka sementara dapat menggunakan KTP.
  • Tanpa komunikasi yang baik, pesan tak sampai, pengobatan kurang optimal.
  • Sabar adalah kunci keberhasilan kader dalam menjalankan tugas.
  • Banyak apresiasi yang diberikan oleh Pemerintah dan mitra dengan adanya program TB HIV Care Aisyiyah.
  • Bersama menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dalam rangka penanggulangan penyakit TB.
  • Adalah harapan bersama bahwa Kota Tegal dapat terbebas dari TB.
Shared Post: