'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Coordination meeting with Sub District for active case finding base on contact investigation (SSR) - Terwujudnya Koordinasi Lintas Sektor di Tingkat Kecamatan
22 April 2019 11:02 WIB | dibaca 154

Pelaksanaan penemuan kasus melalui investigasi kontak sebagai indicator utama dari keberhasilan program perlu didukung semua pihak. Agar pelaksanaan investigasi kontak berjalan dengan efektif diperlukan kordinasi antara pihak seperti kecamatan dan perwakilan dari PKM. Kegiatan kordinasi dengan pihak kecamatan sebagai langkah awal sebelum memulai investigasi kontak. Bakteri Tuberculosis atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan TBC adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis dapat menular melalui udara atau kontak langsung dengan orang yang menderita TBC dimana sumber penularan adalah melalui percikan dahak pasien yang dipengaruhi oleh jumlah kuman, lamanya kontak, daya tahan tubuh yang rendah, gejala-gejala TBC dapat di kenali seperti batuk berdahak maupun tidak berdahak selama kurang lebih 2 minggu maupun disertai gejala lainya seperti demam meriang (demam tidak terlalu tinggi), batuk berdahak bercampur darah, nyeri dada, berkeringat tanpa sebab pada sore-malam hari, nafsu makan menurun, berat badan menurun.

Menurut data WHO tahun 2016 melaporkan bahwa pravalensi TBC tertinggi terdapat di negara asia tenggara dan bagian pasifik barat indonesia merupakan negara kedua dengan masalah TBC terbesar di dunia setelah india. TBC dapat menyeran siapa saja, dari semua golongan, segala usia, jenis kelamin dan semua status sosial ekonomi. Sekiar 75% pasien TB adalah kelompok usia yang paling produkif secara ekonomis (15-50 tahun) penderita TB juga dapat menularkan bakteri Mycobacterium tuberculosis10-15 orang pertahunya jika tidak ditemukan dan diobati.

TBC merupakan penyebab kematian nomorsatu di Indonesia dalam kategori penyakit menular. Namun, jika dilihat dari penyebab kematian umum, TBC menempati posisi ke-3 setelah penyakit jantung dan penyakit pernapasan akut.

Komunitas TBC-HIV Care Aisyiyah Kota Tegal melaksanakan kegiatan “Coordination Meeting with Sub District for Active Case Finding Base on Contact Investigation” atau rapat koordinasi dengan Kecamatan untuk penemuan kasus TBC melalui investigasi kontak.

Adapun tujuan dari kegiatan ini ialah pertemuan kordinasi antara SSR dengan pihak Kecamatan dalam rangka memberikan informasi awal rencana investigasi kontak yang akan dilakukan oleh kader komunitas, selanjutnya SSR memberikan informasi  sumber daya (jumlah kasus, jumlah kader, PMO) yang ada di Kecamatan daerah intervensi investigasi kontak.

Pihak SSR TB – HIV juga sharing informasi awal dari Kecamatan tentang kondisi area intervensi beserta  data-data pasien yang akan dikunjungi oleh kader dalam program investigasi kontak. Selanjutnya akan dilakukan pemetaaan awal kasus indeks untuk melakukan investigasi kontak.

Program ini mempunyai peluang besar untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah karena skop wilayah Kota Solok ini kecil.

Mengapa investigasi kontak penting?

 • ditujukan langsung pada kelompok berisiko àmeningkatkan temuan kasus baru (CDR)

 • Menemukan kontak yang memiliki ILTB sehingga mereka dapat diberikan pencegahan (INH profilaksis)

 • kesempatan untuk memberikan edukasi.

Mengapa anak menjadi prioritas pada investigasi kontak? Prevalensi infeksi TB pada anak kontak erat : 30-60% §Anak berisiko tinggi untuk: àmenderita TB setelah terinfeksi àmenderita TB berat (meningitis TB atau TB milier) §Anak dengan infeksi laten TB bisa menjadi kasus TB pada masa dewasanya .

Semua Pasien TB harus dilakukan investigasi kontak untuk mendeteksi secara dini kemungkinan penularan kepada kontak erat (serumah, teman sekolah dll)

Investigasi kontak juga dilakukan pada pasien TB anak yang ditemukan untuk mencari sumber penularan.

Shared Post: