'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
IKUTI AGENDA PARTISIPATIF, AISYIYAH BERSAMA FORKOMPIMDA DAN ELEMEN MASYARAKAT, DEKLARASI MEWUJUDKAN KOTA TEGAL YANG DAMAI DAN KONDUSIF
24 Oktober 2020 12:20 WIB | dibaca 65

Beberapa pekan ini Indonesia sedang mengalami suatu kondisi yang cukup menyita perhatikan publik, hampir diseluruh poros Indonesia, mahasiswa, buruh, pelajar dan masyarakat  melakukan demonstrasi besar – besaran. Demonstrasi yang dilakukan merupakan unjuk rasa atas disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja, yang dirasa bagi masyarakat cukup merugikan bagi buruh dan menguntungkan investor. Hal demikian disampaikan pula oleh pihak pemerintah pusat, bahwa disahkan nya UU Cipta Kerja sebenarnya berguna untuk mendorong perekonomian Indonesia di tengah pandemi dan tidak menghilangkan hak buruh.

Terlepas dari kondisi dan permasalahan yang muncul ke permukaan, aksi tersebut  memunculkan tindak anarkisme yang merugikan banyak unsur dan aspek. Hal tersebut tentunya menjadi sorotan dan perhatian berbagai pihak, mengingat bahwa anarkisme dapat membuat kerugian baik dari sisi manusia maupun aset yang terkena anarkisme. Sehingga, di beberapa Pemerintahan Daerah melakukan kegiatan bersama dengan stake holder dan elemen masyarakat melakukan deklarasi damai dan kondusi, begitupun yang terjadi di Kota Tegal. Sekretaris Daerah Pemda Kota Tegal mengadakan kegiatan Deklarasi bersama mewujudkan Kota Tegal yang damai dan kondusi antara Forkompimda dan elemen masyarakat Kota Tegal. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 19 Oktober 2020 lalu melibatkan ormas salah satu ‘Aisyiyah. Aisyiyah turut hadir dalam agenda tersbut sebagai wujud kepedulian ‘Aisyiyah akan terciptanyan dama dan kondusif di Kota Tegal. Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh, Walikota, Wakil Walikota, Forkompimda, Dandim, Kapolres, Pengadilan Agama, Ketua DPRD, Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, NU, Fatayat, FKUB dan elemen masyarakat lainnya.

Ketua panitia Bapak Suwarso menyampaikan, “ Bapak , Ibu yang hadir pada hari ini, perlunya kita semua memiliki sikap toleran dan rukun menghargai sesama. Menolak tindakan anarkis menjadi salah satu hal yang perlu kita lakukan bersama dalam aksi demonstran yang kini sedang ramai.”, menyambung sambutan dari Bapak Suwarso, Kapolres Kota Tegal menyampaikan pula bahwa, “Kami tidak mendukung aksi apapun yang anarkis. Aksi telah diatur dalam UU dan tertulis jelas bahwa di dalam aksi tidak ada pembenaran mengenai tindak anarkisme.”

 

 

“Rancangan UU yang dibuat nanti akan melewati beberapa uji kelayakan, uji materi, jadi mari kita tunggu bagaimana nanti hasilnya.” Ucap Bapak Dedy Yon selaku Walikota Tegal saat mnenyampaikan sambutan. Kemudian diakhir agenda Ketua MUI memimpin seluruh tamu undangan yang hadir untuk bersama – sama mengucapkan deklarasi dan menandatangani kesepakatan bersama.

Shared Post: