'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Media campaign for advocacy (SR Aisyiyah) - Menyampaikan informasi tentang TB
27 Mei 2019 09:48 WIB | dibaca 139

Ahad, 26 Mei 2019-Community TB Care ’Aisyiyah adakan Media campaign for advocacy (SR Aisyiyah) - Menyampaikan informasi tentang TB. Media massa memiliki kekuatan “control” yang sangat jitu dalam kerangka dan merupakan salah satu kekuatan bagi civil society melakukan advokasi. Salah satu strategi yang sangat efektif dan efisien dalam mencapai tujuan advokasi adalah bekerja (sama) dengan atau melalui media massa, baik cetak maupun elektonik. Media massa memiliki jangkauan yang luas sehingga dapat memenuhi tercapainya tujuan advokasi dalam waktu yang lebih singkat.

Khusus untuk kegiatan advokasi anggaran yang akan dilakukan, maka tujuan utama media campaign agar media dapat menyiarkan seluruh informasi dan data dengan mempertimbangkan aspek epidemiology dan kesehatan maupun aspek social politik sehingga masyarakat terutama pengambil keputusan dapat menerima pesan yang akan disampaikan.

Kegiatan ini dilakukan dengan bebagai bentuk :

- Melakukan publikasi di media local dengan memuat isu angka penderita TBC, anggaran TBC, beban TBC dan rekomendasi kebijakan.

- Publikasi media cetak local terkait advokasi yang dilakukan oleh SSR dalam rangka mempengaruhi kebijakan di level eksekutif dan legislative.

- Publikasi media Ada beberapa jenis media, seperti: (1) Media Cetak (surat kabar, majalah, majalah khusus); (2) Media Elektronik (radio, televisi, internet/portal); pilihan media masing-masing, dan advokasi yang baik harus mempertimbangkan peran dan tanggungjawab setiap insan media sehingga semua strategi dapat dilakukan secara baik dan benar sekaligus efektif dan efisien.

Tuberculosismasih menjadi masalah kesehatan global. Sepertiga dari popolasi dunia sudah tertular dengan TBC dimana sebagian besar penderita TBC adalah usia produktif (15-55 tahun). Hal ini menyebabkan kesehatan yang buruk diantara jutaan orang, TBC menjadi penyebab utama kedua dari kematian penyakit menular di seluruh dunia setelah human immune deficiency virus (HIV)/AIDS (Acquired immune Deficiency syndrome). Pada tahun 2011 terdapat 9 juta kasus baru, 1,4 juta juta kematian akibat TBC dan HIV. World Health Orgnization menyatakan TBC darurat kesehatan masyarakat pada tahun 1993 (WHO, 2012). Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada tahun 2013 terdapat 9 juta penduduk dunia telah terinfeksi kuman TB (WHO, 2014). Tahun 2014 terdapat 9,6 juta penduduk dunia terinfeksi kuman.

Penyuluhan bertujuan untuk tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga, dan masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan sehat, serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.Penyuluhan penting diberikan untuk memberikan pemahaman mendasar kepada ibu tentang tindakan pencegahan tuberculosis.

Kemajuan diberbagai bidang kehidupan terjadi sebagai akibat dari proses industrialisasi dan modernisasi. Hal ini turut merubah pola hidup masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada berubahnya pola penyakit di masyarakat. Perubahan pola penyakit ini terjadi dimana sebelumnya cenderung didominasi oleh penyakit infeksi maka pada saat sekarang berubah menjadi penyakit degenerative.

Pada sisi lain pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam hal melakukan pencegahan terhadap penyakit infeksi masih minim. Di tambah lagi dengan factor lingkungan yang kurang mendukung sehingga pada akhirnya penyakit infeksi masih menjadi masalah dan menjadi factor yang turut menentukan derajat kesehatan Masyarakat.

Salah satu penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat adalah penyakit paru-paru khususnya Tuberculosa Paru (TB Paru). Besar dan luasnya permasalahan akibat TB Paru mengharuskan kepada semua pihak untuk dapat berkomitmen dan bekerjasama dalam melakukan penanggulangan TB Paru. Kerugian yang diakibatkannya sangat besar, bukan hanya dari aspek kesehatan semata tetapi dari aspek social maupun ekonomi. Dengan demikian TB Paru merupakan ancaman terhadap cita-cita pembangunan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh. Karenanya perang terhadap TB Paru berarti perang terhadap kemiskinan, ketidakproduktifan, dan kelemahan terhadap TB.

Laporan TB dunia oleh WHO yang terbaru (2006), masih menempatkan Indonesia sebagai penyumbang terbesar nomor 3 di dunia setelah India dan Cina dengan jumlah kasus baru sekitar 539.000, dan jumlah kematian sekitar 101.000 pertahun.
Diperkirakan sekitar sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi oleh mycobacterium tuberculosis, Pada tahun 2005 diperkirakan ada 9 juta pasien TB dan 98% kematian akibat TB di dunia, terjadi pada Negara-negara berkembang. Demikian juga kematian wanita akibat TB lebih banyak daripada kematian karena kehamilan, persalinan dan nifas.

Sekitar 75% pasien TB adalah kelompok usia yang paling produktif secara ekonomis (15-50 tahun). Diperkirakan seorang pasien TB dewasa, akan kehilangan rata-rata waktu kerjanya 3 sampai 4 bulan. Hal tersebut berakibat pada kehilangan pendapatan tahunan rumah tangganya sekitar 20-30%. Jika ia meninggal. Akibat TB, maka akan kehilangan pendapatan sekitar 15 tahun. Selain merugikan secara ekonomis, TB juga memberikan dampak buruk lainnya secara sosial stigma bahkan dikucilkan oleh masyarakat. (Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis,Depkes,Jakarta2006).

Penyebab utama meningkatnya beban masalah TB antara lain adalah:

1. Kemiskinan pada berbagai kelompok masyarakat, seperti pada Negara-negara yang sedang berkembang.

2. Kegagalan program TB selama ini, yang diakibatkan oleh :

a. Tidak memadainya komitmen politik dan pendanaan

b. Tidak memadainya organisasi pelayanan TB (kurang terakses oleh masyarakat, penemuan kasus/diagnose yang tidak standar, obat tidak terjamin penyediaannya, tidak dilakukan pemantauan, pencatatan dan pelaporan tidak standar, dan sebagainya)

c. Tidak memadainya tatalaksana kasus (diagnose dan panduan obat yang tidak standar, gagal menyembuhkan kasus yang telah didiagnosis)

d. Salah persepsi terhadap manfaat dan efektifitas BCG

e. Infrastruktur kesehatan yang buruk pada Negara-negara yang mengalami krisis ekonomi atau pergolakan masyarakat.

3. Perubahan demografi karena meningkatnya penduduk dunia dan perubahan struktur umur kependudukan.

4. Dampak pandemi HIV. (Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis.

 
Situasi TB di dunia semakin memburuk, jumlah kasus TB meningkat dan banyak yang tidak berhasil disembuhkan, terutama pada Negara yang dikelompokkan dalam 22 negara dengan masalah TB terbesar (high burden countries), menyikapi hal tersebut, pada tahun 1993, WHO mencanangkan TB sebagai kedaruratan dunia (global emergency). (Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis.

 

MEDIA SOSIAL

Media sosial adalah sarana bagi konsumen untuk berbagai informasi teks, gambar, video, dan audio dengan satu sama lain dan dengan perusahaan dan sebaliknya. Media sosial adalah suatu media komunikasi dimana pengguna dapat mengisi kontennya secara bersama dan menggunakan teknologi penyiaran berbasis internet yang berbeda dari media cetak dan media siaran tradisional.

Karakteristik Media Sosial

Kita dapat mengenali sebuah media sosial melalui ciri-ciri yang dimilikinya. Berikut ini adalah beberapa karakteristik media sosial tersebut:

1. Partisipasi Pengguna

Semua media sosial mendorong penggunanya untuk berpartisipasi dan memberikan umpan balik terhadap suatu pesan atau konten di media sosial. Pesan yang dikirimkan dapat diterima atau dibaca oleh banyak orang.

2. Adanya Keterbukaan

Sebagian besar media sosial memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk memberikan komentar, melakukan voting, berbagi, dan lain-lain. Pengiriman pesan dapat dilakukan dengan bebas tanpa harus melalui Gatekeeper.

3. Adanya Perbincangan

Kebanyakan media sosial memungkinkan adanya interaksi terhadap suatu konten, baik itu dalam bentuk reaksi ataupun perbincangan antar penggunanya. Dan penerima pesan bebas menentukan kapan melakukan interaksi terhadap pesan tersebut.

4. Keterhubungan

Melalui media sosial, para penggunanya dapat terhubung dengan pengguna lainnya melalui fasilitas tautan (links) dan sumber informasi lainnya. Proses pengiriman pesan ke media sosial yang lebih cepat dibandingkan dengan media lainnya membuat banyak informasi terhubung dalam satu media sosial.

Fungsi Media Sosial

Setelah memahami pengertian media sosial dan karakteristiknya, tentunya kita juga perlu tahu apa saja fungsinya. Berikut ini adalah beberapa fungsi media sosial secara umum:

  • Memperluas interaksi sosial manusia dengan memanfaatkan teknologi internet dan website.
  • Menciptakan komunikasi dialogis antara banyak audiens (many to many).
  • Melakukan transformasi manusia yang dulunya pemakai isi pesan berubah menjadi pesan itu sendiri.
  • Membangun personal branding bagi para pengusaha ataupun tokoh masyarakat.
  • Sebagai media komunikasi antara pengusaha ataupun tokoh masyarakat dengan para pengguna media sosial lainnya.

Tujuan Media Sosial

Seperti yang disebutkan pada definisi media sosial di atas, salah satu tujuannya adalah sebagai media komunikasi alternatif bagi masyarakat. Berikut ini adalah beberapa tujuan menggunakan media sosial secara umum:

1. Aktualisasi Diri

Bagi sebagian besar orang, media sosial merupakan tempat untuk aktualisasi diri. Mereka menjunjukkan bakat dan keunikan di media sosial sehingga dapat dilihat banyak orang. Tidak heran kenapa saat ini banyak artis berlomba-lomba untuk terkenal di media sosial mereka.

2. Membentuk Komunitas

Komunitas online sangat mudah ditemukan saat ini, baik itu di situs forum maupun di situs social network lainnya. Media sosial menjadi wadah tempat berkumpulnya masyarakat online yang memiliki minat yang sama untuk saling berkomunikasi dan bertukar informasi atau pendapat.

3. Menjalin Hubungan Pribadi

Media sosial juga berperan penting dalam aktivitas menjalin hubungan personal dengan orang lain secara pribadi. Ada banyak sekali pengguna media sosial yang menemukan pasangan hidup, sahabat, rekan bisnis, di media sosial.

4. Media Pemasaran

Pengguna media sosial yang jumlahnya sangat banyak tentu saja menjadi tempat yang sangat potensial untuk memasarkan sesuatu. Bisnis online yang banyak berkembang sekarang ini banyak dipengaruhi oleh media sosial sebagai tempat promosi.

Jenis-Jenis Media Sosial

Saat ini ada banyak sekali jenis media sosial yang bisa kita temukan di internet. Selain jenis platformnya yang berbeda, jenis konten yang ada di dalam media sosial tersebut juga sangat beragam.

Berikut ini adalah beberapa jenis media sosial tersebut:

1. Social Networks

Social Networks atau jejaring sosial merupakan jenis media sosial yang paling umum dikenal masyarakat dan paling banyak digunakan. Beberapa social network yang paling banyak digunakan saat ini;

  1. YouTube
  2. Facebook
  3. Twitter
  4. Instagram
  5. WhatsApp
  6. Google Plus
  7. Pinterest
  8. Dan lain-lain

2. Komunitas Online (Forum)

Situs forum dan komunitas online umumnya dibangun oleh perorangan atau kelompok yang memiliki minat pada bidang tertentu. Para pengguna forum tersebut dapat melakukan diskusi, chatting, dan memposting tentang topik yang berhubungan dengan minat mereka.

Beberapa contoh komunitas online:

  1. Kaskus.co.id
  2. Ads.id
  3. Brainly.co.id
  4. Bersosial.com
  5. Formaxmanroe.com
  6. Indowebster.com
  7. Dan lain-lain

3. Situs Blog

Situs blog juga termasuk dalam kategori media sosial karena memungkinkan pemilik blog dan pembacanya untuk berinteraksi. Umumnya blog dibuat berdasarkan minat atau keahlian si pemilik blog dan konten di dalamnya dapat mempengaruhi banyak orang.

Beberapa contoh situs blog:

  1. Maxmanroe.com
  2. Sugeng.id
  3. Bloggerborneo.com
  4. Juragancipir.com
  5. Dan lain-lain

4. Social Bookmark

Ide awal dari situs social bookmark ini adalah sebagai wadah bagi para pengguna internet untuk menyimpan alamat website yang mereka sukai. Namun, belakangan ini pengguna situs social bookmark mulai berkurang karena situs ini banyak digunakan untuk kegiatan spam.

Beberapa contoh situs social bookmark yang populer:

  1. StumbleUpon
  2. Reddit
  3. Slashdot
  4. Diigo.com
  5. Scoop.it
  6. Dan lain-lain

Dengan begitu, kegiatan ini mendapatkan beberapa hasil yaitu :

  1. Terus menjalin kerjasama yang baik dengan berbagai elemen baik formal maupun non formal.
  2. Aktif mengkampanyekan program pemberantasan Tb lewat media dengan mempelajari umur segmen, acara dan memperhatikan sasarn objkek yang hendak dibidik agar tujuannya dapat benar-benar efektif.
  3. Menggunakan ruang publik untuk melakukan kampanye akan program.

  

Shared Post: