'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
QORYAH THOYYIBAH : MHH KOTA TEGAL GENCAR LAKUKAN EDUKASI "KEKERASAN PEREMPUAN DALAM KELUARGA" DI BSA SUMURPANGGANG
21 Juli 2019 19:02 WIB | dibaca 136

Ahad, 21 Juli 2019 Puku; 14.00 bertempat di Rumah Ibu Suharti, BSA Sumurpanggang melaksanakan kegiatan pertemuan BSA. Maraknya kasus kekerasan dalam rumah tangga, MHH PDA Kota Tegal memberikan edukasi mengenai "Kekerasan Dalam Rumah Tangga" di BSA Sumurpanggang.

Narasumber pada kegiatan tersebut adalah Ibu Dewi Kartika selaku Ketua Majelis Hukum dan HAM PDA Kota Tegal menyampaikan, definisi kekerasan terhadap perempuan adalah setiap perbuatan berdasarkan pada disriminasi gender yang mengakibatkan kesengsaraan dan penderitaan tersendiri pada perempuan secara fisik, seksual dan psikologi, termasuk dalam bentuk ancaman.

Narasumber pun menyampaikan Jenis kekerasan terhadap perempuan sebagai berikut :

  1. Kekerasan Fisik : Segala bentuk kekerasan yang menyakiti fisik, dapat berupa cekikan bekapan, sengaja melukai, membakar dll
  2. Kekerasan Psikologis : Perbutan yang mengakibatkan kerakutan kehilangan rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak percaya diri dan tindakan psikis berat pada seseorang, dapat berupa : penghinaan, komentar yang menyakitkan, merendahkan , dll
  3. Kekerasan Seksual : setiap penyerangan atau kekerasan yang bersifat seksual, baik telah terjadi persetubuhan atau tidak.

Adapun dampak dari Kekerasan adalah :

  1. Trauma Fisik
  2. Luka pada Vagina, Terinfeksi HIV dan AIDS
  3. Merasa terhina, pemarah dan tidak percaya diri
  4. Tidak mendapatkan pekerjaan dan pendapatan

Rendahnya kesadaran masyarakat terhadapa kekerasan perempuan sehingga menjadi faktor utama sulitnya menuntaskan kasus tersebut, meskipun telah banyak usaha dilakukan namun tetap saja sejumlah kasus masih banyak terjadi.

Kemudian muncul sebuah pertanyaan, Bagaimana Pencegahannya, lalu MHH menyampaikan beberapa upaya pencegahan sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengatasi terjadinya kekeraan terhadapa perempuan
  2. bantaun dan koseling terhadap korban
  3. Kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak
  4. Meminta perhatian media masa untuk dapat memberitakan hal hal untuk pencegahan
  5. Memberikan pendidikan pada perempuan dan anak

Harapannya bahwa Aisyiyah melalui BSA yg dibawahi program MAMPU dapat menjadi celah untuk mengurangi angka kekerasa pda perempuan.

Shared Post: