'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Quality Services Assessment by Community - Mewujudkan Pelayanan Fasyankes lebih baik
01 Juli 2019 14:51 WIB | dibaca 118

30 Juni 2019, Community TB Care ’Aisyiyah adakan Quality Services Assessment by Community  - Mewujudkan Pelayanan Fasyankes lebih baik.  Kegiatan ini terkait dengan melakukan survei survei pemenuhan Hak - hak pasien pasien TBC dan HIV kepada pemangku kepentingan yang relevan.

- Tujuannya untuk melihat perpektif pasien TBC berkenaan dengan tingkat pelayanan yang mereka dapatkan dari fasilitas kesehatan di area intervensi kegiatan.

- Hasil dari survey ini akan di komparasikan dengan Standar Pelayanan Minimun (SPM) Kementerian Kesehatan untuk kedepannya dijadikan bahan dalam menentukan Gap

antara SPM yang harus dilakukan dengan persepektif pelayanan yang diterima oleh pasien.

- Hasilnya akan digunakan terutama sebagai umpan balik terhadap fasilitas kesehatan untuk upaya perbaikan pelayanan TBC yang menyeluruh.

Kegiatan preventif dan promotif serta penerapan strategi pengobatan jangka pendek dengan pengawasan langsung (Directly Observed Treatment Short-Course/DOTs) atas penyakit Tuberkulosis (TB) diharapkan menjadi perhatian serius setiap rumah sakit. Pemanfaatan teknologi juga menjadi sesuatu keniscayaan. Karena itu, pemilik dan manajemen rumah sakit perlu didorong untuk terus memberikan pelayanan berkualitas guna mewujudkan hak-hak pasien TB dalam mendapatkan edukasi TB serta pengobatan yang benar dan tepat waktu.

Tentu tak ada alasan bahwa obat TB di rumah sakit habis sehingga pasien tak bisa terlayani. Prinsipnya, penanganan pasien TB tak bisa ditunda. Jangan sampai RS, Puskesmas, atau klinik ikut berperan membuat pasien resisten obat atau drop out.

Apa arti Hak Hidup bagi orang yang terdampakTB?HakHidup artinya bahwa negara, yaitu pemerintah negara, tidak boleh menghalangi untuk hidup. Negara juga memiliki kewajiban untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi hidup. Ini artinya pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri penyakit dan memastikan akses ke pengobatan, misalnyadengan mengambil pendekatan berbasis hak asasi manusia untuk mengeliminasi TB.

Apa arti Hak atas Kesehatan bagi orang yang terdampak TB?

Hak atas kesehatan mencakup dua bagian penting. Bagian yang pertama adalah layanan perawatankesehatan negara dan sistem perawatankesehatan. Hak atas Kesehatanmenyatakan bahwa perawatan kesehatan haruslah tersedia. UntukTB, ini artinya sistem perawatankesehatan dengan fasilitas-fasilitas yang berfungsi untuk pencegahan, diagnosa, dan pengobatanTB; dengan barang-barang termasuk obat-obatan TB dan peralatan serta perlengkapan pengujian; dan layanan serta program-program termasuk anggaranyang memadai untuk staff perawatan kesehatan dan program-program TB. Perawatan kesehatan harus dapat diakses: setiap orang harus memiliki akses ke perawatan kesehatan dan tidak boleh ditolak untuk mendapatkan layanan (yang disebut dengan non-diskriminasi).  juga harus dapat menjangkau dan memasuki fasilitas-fasilitas yang diperlengkapi untuk menangani TB, termasuk,misalnya,pos-pos perawatan kesehatan setempat, atau jika diperlukan layanan-layanan tersebut. harus mampu membiayai perawatan kesehatan, termasuk pengobatan. Dan harus dapat mengakses informasi mengenai opsi perawatan kesehatan yang tersedia untuk TB dan pengetahuan mengenai TB. Perawatan kesehatan harus dapat diterima; ini artinya bahwa perawatan kesehatan harus sesuai dengan budaya setempat, menghormati etika, dan peka terhadap umur dan jenis kelamin orang yang menderitaTB. Perawatan kesehatan harus berkualitas baik: intervensi kesehatan untuk TB harus berbasis ilmu pengetahuan dan harus tepat secara medis, dan obat-obatan haruslahyang berkualitas baik.

Bagian kedua dari Hak atas Kesehatanmengikutsertakan“faktor penentu yang mendasari” kesehatan. Ini termasukbeberapa hak asasi manusia yang berkaitan dengan kesehatan. Sebagai contoh, hak untuk mendapatkan makanan; air minum yang aman dan sanitasi yang memadai, tempat tinggal yang memenuhi syarat; kondisikerjayang sehat; dan akses ke pendidikan kesehatan. Hak-hak ini penting untuk pencegahan dan pengobatan TB. Dan mungkin artinya bahwa harus menerima dukungan nutrisi selainpengobatan selama atau sesudah menyelesaikan pengobatan, apabila itu akan membantu kesembuhan. Atau bahwa mungkin memerlukan dukungan tambahan lainnya selama atau sesudah menyelesaikan pengobatan, apabila TBtelah secara signifikan mengubah kemampuan untuk menjalani hidup dan melindungi kesehatan. Pemerintah juga harus menyediakan obat-obatanpenting.Inimerupakan “kewajiban pokok” di bawah Hakatas Kesehatan.Ini artinya bahwa menyediakan obat-obatan penting adalah salah satu hal terpenting yang sebuah pemerintahan dapat dan harus lakukan dalammenghormati, melindungi dan memenuhi Hak atas Kesehatan.WHO memiliki Contoh Daftar Obat-obatan Penting, yang mendaftar semua obat-obatan TB yang penting dibagian 6.2.4 dari versi Ke-19.

Apa arti Hak atas Perlakukan Non-Diskriminasiuntuk orang yang terdampak TB?

Status kesehatan tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk memperlakukan pasien, keluarga ataupun orang yang merawat, berbeda dari orang lain.Ini artinya bahwa pasien tidak boleh dipecat dari pekerjaannya,

HAK ASASI PASIEN TB

Tidak bolehn ditolak masuk sekolah, pasien tidak boleh ditolak untuk mendapatkan tempat tinggal, atau diperlakukan dengan cara tidak hormat di klinik kesehatan karena Anda mengidap TB. Apabila pasien adalah salah seorang dari kelompok rentan, misalnyaorang yang menderitaHIV, orang yang memakai obat-obatan terlarang, seorang migran, ataupun seorangtahanan, Pasien tidak boleh didiskriminasi ketika pasien mencoba mengakses layanan-layanan TB.

Apa arti Hak atas Kebebasan,KebebasanBergerakdan KebebasandariPenahanan yang Sewenang-wenang bagi orang yang terdampak TB?

Hak-hak ini menjamin bahwa pasien tidak dapat dipenjarakan, ditahan, atau dihentikan untuk bergerak tanpa proses hukum. Penahanan atau penangkapan apapun harus terjadi sesuai denganhukum. Ini penting untuk TB ketika kita berpikir tentang apakah pengobatan harus dilakukan dalam isolasi. Isolasi untuk pengobatan TB dapat dipertimbangkan apabila diperlukan secara medis untuk melindungi yang lain dari TB. Meskipun demikian, pasien sedapat mungkin selalu bisa memilih bentuk isolasi yang paling tidak bersifat membatasi.

Misalnya,isolasi pernapasan dasar,bisaberarti memakai masker khusus sampai pengobatan berefek dan penyakit TB tidak lagi menular. Pasien tidak boleh diminta untuk rawat inapdi rumah sakit jika pemakaian masker sudah cukup. Dalam beberapa situasi yang jarang, pemerintah dapat meminta pasien untuk diisolasi meskipun pasien tidak setuju (isolasi paksa).Ini dapat terjadi hanya apabila TB  secara aktif menular, apabila pasien menolak untuk meminum obat TB atau mengikuti tindakan pengendalian infeksi, dan apabilaada risiko penyebaran TByang nyata kepada orang lain. Isolasi paksa tidak boleh menjadi persyaratan rutin dan hanya boleh digunakan apabila segala tindakan lain, termasuk konseling yang ekstensif telah dicoba dan gagal. Isolasi paksa perlu di dasarkan pada kebijakan atau hukum yang berlaku, dan harus tahan terhadap ulasan eksternal. pasien sebagai orang yang terdampak juga memiliki hak untuk naikbanding terhadap keputusan untuk diisolasi. pasien tidak boleh diisolasi di lokasi non-medis, misalnya sel penjara. Juga, pasien harus disediakan pengobatan TB dan kebutuhan-kebutuhan dasar termasuk makanan, air dan kesempatan untuk berkomunikasi dengan keluarga.

Isolasi haruslah sesingkat mungkin, yang artinya hanya selama TB menular dan menghadirkan risiko yang nyata kepada orang lain. Isolasi tidak boleh menjadi persyaratan untuk mendapatkan akses terhadap obat-obatan TB yang baru.

Apa arti Hak Privasi bagi orang yang terdampak TB?

Hak Privasi artinya bahwa status kesehatan pasien termasuk apakah pasien menderitaTB, dan informasi pribadi pasien tidak boleh dibagikan kepadasiapapun, kecuali pasien memperkenankannya atau itu diperlukan untuk melindungi kesehatan orang lain.Di sebagian besartempat, TB adalah “kondisi yang dapat dilaporkan.” Ini artinya bahwa otoritas kesehatan harus melaporkan kasus-kasus TB kepada departemenkesehatan nasional. Meskipun demikian, informasi pribadi Anda (seperti nama pasien) tidak boleh dibagikan. Apabila Anda memiliki penyedia layanankesehatan yang berbeda, mereka barangkali perlu saling membagikan informasi mengenai kesehatan pasien dengan satusama lain guna menyediakan layananyang berkualitas baik bagi pasien. Jikalau TB menular dan orang-orang dengan siapa pasien berinteraksi berada pada risiko yang nyata untuk tertular TB, maka Anda harus menginformasi mereka, mendorong mereka untuk diperiksa, dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah penyebaran TB. Misalnya, pasien bisa memilih untuk memakai masker yang sesuaidalam lingkungankeluargatertutup. Penyedia layanankesehatan dapat membiarkan orang-orang yang berhubungan dekat dengan pasien tahu bahwa mereka perlu dites, tanpa mengidentifikasi siapa kontak dekat tersebut. Apabila pasien menolak atau tidak mampu melakukan hal ini, penyedia layanan kesehatan pasien dapat memberitahu orang-orang ini bahwa TB bersifat menular sehingga mereka dapat mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri mereka sendiri. Apabila tidak ada risiko bagi orang lain untuk tertular TB, maka harus ada perlindungan mutlak atas Hak Privasi.

Sehingga ada beberapa kesimpulan yang diambil :

  • Dibutuhkannya gerakkan berempati terhadap penderita TB.
  • Dibutuhkan pelayanan kesehatan yang terus diperbaiki baiok secara kualitas dan kuantitasnya baik sarana prasarana juga kualitad dan kuatintas SDM petugas khususnya dipelayanan TB.

Shared Post: