'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
SOSIALISASI PARENTING , PD ‘AISYIYAH KERJASAMA DENGAN BAPERMAS & DISNAKERIN DI RUSUNAWA KOTA TEGAL
19 November 2020 12:37 WIB | dibaca 60

Tegal, 18 November 2020 di Eks Mushola Rusunawa Blok A Kraton Tegal, PD ‘Aisyiyah Kota Tegal melaksanakan kegiatan parenting bersama dengan PKK yang bekerjasama dengan Bapermas dan Disnakerin. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan membawa misi untuk menurunkan dan mengurangi kasus kekerasan dan peleceham seksual kepada anak. Narasumber memaparkan mengenai jumlah kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi pada anak, kemudian menyampaikan bahwa peran orang tua  dalam mengasuh anak dengan tepat tanpa menimbulkan rasa trauma pada anak, baik di masa sekarang ataupun nanti. Dengan begitu anak memiliki masa depan yang cerah dan menjalani hidup tanpa memiliki trauma dari masa kecil.

Narasumber menyampaikan, bahwa mendidik anak harus dilakukan dua arah dan tentu yang melakukan adalah kedua orang tua secara maksimal,“Kebiasaan  dimata masyarakat bahwa kewajiban mengasuh anak dibebankan kepada ibu, hal tersebut dikarenakan peran seorang ayah yang bekerja di luar rumah sampai pada waktu tertentu. yang kemudian menjadi budaya bahwa Kewajiban mengasuh putra putri adalah tugas ibu saja, padahal jika dilihat sisi parenting bahwa mengasuh anak menjadi tugas bersama karena anak buah kasih dari ayah dan ibu.” Papar Ibu Dewi Umaroh selaku narasumber. Ibu Dewi Umaroh menyampaikan pula, bahwa anak pun tidak menuntut orang tua agar sempurna dan sesuai apa yang diinginkan sang anak, sehingga orang tua memiliki tugas yang paling utama adalah mendidik anak agar menjadi anak sholih dan sholihah dengan pola asuh yang benar dan tepat, bukan memberikan tuntutan diluar kapasitas anak. dengan orang tua mendidik anak menggunakan pola asuh yang tepat, dengan rasa ikhlas, tanpa menuntut dan memberikan ilmu agama yang benar maka hal ini dapat mengurangi angka kekerasan pada anak. narasumber melanjutkan, “Ibu – ibu yang tinggal di rusunawa ini, perlu juga memanajemen konflik antara suami istri. Sehingga anak tidak banyak terlibat, melihat dan mendengar pertengkaran ibu ayahnya. Begitupun jika memiliki hajat, perlu diatur sedemikian rupa supaya putra putri tidak tahu. Point – point juga menjadi pemicu pengurangan faktor kekerasn dan pelecehan seksual pada anak.” tuturnya.

Narasumber menyampaikan pula bagaimana menghadapi karakter anak dengan tepat, terutama saat memasuki fase tantrum, permainan peran orang tua di uji pada fase ini. Setelah memaparkan memasuki sesi tanya jawab yang langsung ditanggapi Narasumber. Di akhir sesi narasumber menyampaikan sebuah harapan, bahwa dengan adanya sosialisasi parenting ini banyak harapan agar nantinya orang tua lebih bisa menerapkan pola asuh yang lebih sesuai dengan karakter anak, sehingga mampu menekan angka kekerasan terhadap anak dan pelecehan seksual.

Shared Post: