'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
TIM MAMPU AJAK BSA CUT NYAK DIEN MENGENAL AISYIYAH dan KELEMBAGAAN BSA SERTA PEMENUHAN HAK KESPRO
22 Juni 2019 09:54 WIB | dibaca 134

Pada tanggal 21 Juni 2019 BSA Cut Nyak Dien Panggung mengadakan pertemuan yang dengan tema mengenal Aisyiah, kelembagaan BSA, pemenuhan hak Kespro dan layanan Kespro. Peserta berjumlah 15 orang. Pertemuan diadakan di Rumah Ibu Ida, Jalan Kolonel Sudiarto, Gang 4 Panggung. Pertemuan dimulai pada  jam 16.00. Aisyiah bergerak dalam kegiatan perempuan seperti mengadakan pengajian dan kegiatan perempuan lain. Sejak awal berdirinya Aisyiah sudah secara konsisten mengadakan Muktamar Permusyawaratan ditingkat pusat. Aisyiah juga membuat Majalah Suara Aisyiah.

Aisyiah memiliki 33 pimpinan wilayah  propinsi, 412 pimpinan daerah di tingkat kabupaten, 2116 pimpinan cabang di tingkat kecamatan, 7548 pimpinan ranting di tingkat kelurahan, dan 3 cabang khusus di Mesir, Belanda, dan Malaysia.

Aisyiah telah mendapatkan penghargaan MDG’s bidang kesehatan. Karena Aisyiah concern tentang kesehatan perempuan, terutama kesehatan reproduksi perempuan.

Aisyiah berusaha memperdayakan perempuan. Kadang perempuan menjadi korban KDRT. Selain itu perempuan juga rentan pada penyakit seperti kanker servik, kanker payudara dan lain-lain.

Untuk itu Aisyiah telah menderikan 16 Rumah Sakit Ibu dan Anak, 70 Rumah Sakit bersalin, dan lain-lain. Selain itu Aisyiah juga mendirikan BUEKA, koperasi, kursus ketrampilan, kelompok bimbingan haji, pesantren, posyandu. Di bidang pendidikan, Aisyiah juga mendirikan TK, PAUD, SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi.

Program MAMPU Aisyiah Kota Tegal, sebagai sarana penguatan kepemimpinan perempuan untuk peningkatan pelayanan kesehatan Reproduksi yang lebih mudah dijangkau, dengan pendekatan hak-hak perempuan pada kelompok Dhuafa, Mustadh’afin. Banyak di desa pelosok yang akses kesehatannya kurang lengkap dan jauh dari jangkauan.

Selain masalah itu, kadang wanita belum mengetahui apa saja hak-haknya. Kita sebagai perempuan bisa katakan hak-hak kita, bila kita mengetahui landasan hukumnya. Misal untuk mengajukan cuti saat hamil, menyusui, menstrulasi, dan masalah perempuan yang lain.

Ada satu kasus, seorang ibu terkena kanker servik. Lalu si ibu merasa setia pada suaminya. Setelah ditelusuri ternyata suaminya yang berhubungan dengan wanita lain. Kurangnya informasi menjadikan wanita ini merasa bersalah, padahal sebaliknya yang terjadi. Walaupun, kanker bisa menjangkit siapa saja karena memiliki gaya hidup tidak seimbang.

Jadi masalah-masalah yang terjadi adalah dari sisi informasi, pelayanan, kebijakan dan politik anggaran. Kemudian para Lokal Leader, belum menjadikan masalah reproduksi, sebagai isu yang sangat penting untuk diangkat. Masalah lainnya adalah lemahnya akses pelayanan kesehatan reproduksi perempuan bagi keluarga miskin.

Aisyiah bersama MAMPU berusaha mengangkat isu-isu tersebut. Yaitu pemberian ASI eksclusif, pelayanan KB, pelayanan Papsmear dan IVA, JKN dan Pernikahan Dini.

Pemberian ASI eksklusif sangat penting bagi bayi. Sebagai contoh ada satu kasus seorang penderita asma yang bisa survive, karena setelah ditelusuri, beliau saat bayi mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya.

Untuk pelayanan  KB, aisyiah dan mampu ikut mengadakan pelayanan kb gratis. KB penting agar hak anak dalam mendapat kasih sayang yang cukup dari kedua orang tuanya terpenuhi. Jadi bukan hanya sekedar membantu menekan jumlah penduduk.

Aisyiah dan mampu juga membantu perempuan untuk mulai sadar dengan organ reproduksinya melalui program pemerikaan papsmear dan IVA gratis. Selain itu juga mengadakan penyuluhan tentang reproduksi wanita.

Seiring dengan koncernnya Aisyiah dalam hal kesehatan, mampu juga mengiringi para peremuan untuk mendapatkan JKN. Ada isu akan ada pembatasan JKN dari pemerintah. Di sini para tim MAMPU akan memantau, siapa saja yang masih pantas untuk mendapatkan JKN gratis dari pemerintah. Sehingga para keluarga miskin tetap mendapatkan haknya.

Banyaknya pernikahan dini juga jadi salah satu masalah yang patut untuk diangkat. Karena itu, tim mampu menanggulangi masalah ini dengan memperbanyak penyuluhan tetang hal reproduksi perempuan. Sebagaimana kita ketahui sebelum umur 20 tahun rahim kita dinyatakan belum siap untuk reproduksi. Menurut bidan, masalah  ini bisa memicu kanker rahim.

Akhir kata, mb Lutfi memjelaskan, bahwa tim mampu ingin meningkatkan kesadaran perempuan akan kesehatan reproduksinya.

Shared Post: