'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Train Community Cadre for Active Case Finding - Ciptakan Kader Andal Menuju Kota Tegal Bebas TB Melalui Investigasi Kontak secara Aktif Pada Masyarakat.
01 April 2019 07:59 WIB | dibaca 167

Selasa-Jum’at/26, 27, 28, dan 29 Maret 2019 Community TB Care ’Aisyiyah adakan Kegiatan Train Community Cadre for Active Case Finding - Ciptakan Kader Andal Menuju Kota Tegal Bebas TB Melalui Investigasi Kontak secara Aktif Pada Masyarakat. Upaya untuk melakukan penemuan TB secara aktif dilakukan secara sistematis, pada sasaran kelompok populasi yang telah ditentukan sebelumnya, menggunakan alat skrining, pemeriksaan dan prosedur yang bisa dilakukan secara cepat. Salah satu metode penemuan

adalah INVESTIGASI KONTAK. Investigasi Kontak adalah suatu prosedur untuk menjaring orang yang diduga TB, dengan melakukan metode skrining atau penapisan.

Untuk memulai memutus mata rantai TBC melalui investigasi kontak tentu dibutuhkan peningkatan kapasitas oleh kader sebagai ujung tombak dalam penemuan kasus.

Pelibatan kader komunitas dapat membantu program penanggulangan TBC dengan menitikberatkan pelibatan masyarakat yaitu dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat memandirikan masyarakat dengan memberikan pelatihan bagi kader agar dapat melaksanakan perannya yaitu:

- Melakukan Investigasi Kontak

- Penjaringan suspek TBC

- Penemuan kasus TB (lansia, anak dan TB DM)

- Pendampingan pemeriksaan ke UPK,

- Memahami peran kader dalam melakukan Investigasi Kontak

- Pemantauan pengobatan TBC,

- Pencatatan serta pelaporan pasien TBC dan TBC-HIV.

Tujuan

- Melatih kader komunitas agar dapat melaksanakan Investigasi Kontak

- Membentuk kader TBC komunitas yang terampil dalam melaksanakan kegiatan penanggulangan TBC di masyarakat.

- Melatih kader TBC Komunitas untuk memperoleh/meningkatkan keterampilan dalam

melakukan investigasi kontak, penemuan suspek dan pendampingan pengobatan pasien TBC semua tipe.

- Melatih kader untuk memiliki keterampilan dalam melakukan pencatatan & pelaporan menggunakan formulir Investigasi kontak, suspek dan kasus TBC semua tipe.

- Menerapkan kegiatan investigasi kontak dan penyuluhan.

Pelaksanan Rapat Persiapan pelatihan kader dilaksanakan pada Minggu, 9 september 2018.

Kegiatan ini bertujuan untuk :membahas Materi dari setiap narasumber, membagi dan mensinkronkan peran dan tanggung jawab fasilitator serta panitia.

Narasumber 1 dari Dinas Kesehatan Kota Tegal dengan materi : Kebijakkan Penanggulangan TB di daerah.

Narasumber 2 dari PDA Aisyiyah Kota Tegal dengan materi : Peran masyarakat dalam penanggulangan TB HIV.

Penyampaian Materi dasar I : Peran Masyarakat dalam Penanggulangan TB HIV.

Mengapa Aisyiyah turut berperan serta dalam penanggulangan TB ? :

Adapun peran serta Aisyiyah diantaranya :

Keterlibatan Aisyiyah-TB

2004-2005  > Implementing Unit

2005 -2008 SR

 2009-2013 PR Round 8

2014-2016  PR R 10 (SSF)

Implementasi ayat-ayat yg berkaitan dengan kesehatan dan taawun /praksis al Ma’un

Perlu Kerjasama > penanggulangan TB Indonesia ZERO TB

Penyampaian materi dasar II : Kebijakan Penanggulangan TB di Daerah.

Apakah itu TB?

“Penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberkulosis.

TB dapat menyerang seluruh tubuh, namun juga paling banyak menyerang paru yang disebut sebagai TB Paru”.

Tuberkulosis yang menyerang organ tubuh lain selain paru disebut sebagai TB Ekstra Paru misalnya; selaput pembungkus paru, otak, jantung, kelenjar limfe, tulang, persendian, kulit, usus, ginjal, saluran,kencing, alat kelamin, dan lain-lain.

Penularan TB terjadi karena Kuman TB terhirup kedalam saluran pernafasan dan masuk ke dalam paru-paru orang yang sehat. Sumber penularan TB adalah pasien TB terutama TB Paru tipe menular (Pasien TB BTA positif)

Dalam keadaan tertentu seseorang dapat dengan mudah tertular TB dan  menjadi sakit TB, yaitu :

Kelompok khusus yang rentan dan beresiko tinggi sakit TB seperti pada pasien HIV, Kencing manis dan kurang gizi

Kelompok yang rentan karena berada di lingkungan yang beresiko tinggi terjadi penularan TB seperti Lapas/Rutan, tempat penampungan pengungsi, daerah kumuh, tempat kerja, asrama, panti jompo

Anak dibawah umur lima tahun yang kontak dengan pasien TB

Kontak erat (orang di sekitar rumah) dengan pasien TB dan pasien TB resisten Obat(MDR)

Orang yang menggunakan obat penekan daya tahan tubuh dalam jangka waktu yang lama, misalkan kortikosteroid, prednisone dll.

Orang dengan kebiasaan yang mengganggu kesehatan, misalkan peminum minuman keras, perokok berat dll.

Bagaimana tenaga kesehatan dapat menentukan jenis pengobatan untuk pasien TBC ?

Tenaga kesehatan menentukan jenis pengobatan berdasarkan klasifikasi penyakit, riwayat penyakit sebelumnya dan juga pertimbangan medis lainnya.  Gambaran jenis dan kategori pengobatan yang dapat dipelajari pada bagian selanjutnya

PENCEGAHAN PENULARAN TBC
Penularan TBC dapat dicegah dengan beberapa cara berikut ?

Imunisasi BCG pada bayi 0 – 1 bulan mencegah terjadinya TB berat

Menutup mulut dan hidung pada saat batuk atau bersin, mencegah terpercikanya kuman TB di udara

Menampung dahak di tempat tertutup dan dibuang di tempat pembuangan .

Menjaga sirkulasi udara di ruangan tertutup dan cahaya matahari yang cukup.

Mengobati pasien TB hingga sembuh terutama pasien TB tipe menular

Pemberian materi pelatihan oleh Fasilitator : Modul TB Komunitas.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja ciri dan gejala TBC (tuberkulosis)?

Saat masa inkubasi TBC, penderita biasanya tidak menunjukkan gejala apapun dan penyakit belum menular. Ketika tuberkulosis sudah berkembang, gejala-gejala pun mulai terlihat.

Tergantung pada organ mana yang diserang, gejala TBC bisa berupa batuk yang berlangsung 2 minggu atau lebih, dahak atau batuk darah, sesak napas, demam atau meriang, berkeringat di malam hari tanpa ada aktivitas fisik, penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, lelah dan lemah.

Definisi

Apa itu TBC (tuberculosis)?

TBC atau tuberculosis adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang dan merusak jaringan tubuh manusia. Bakteri tersebut dapat ditularkan melalui saluran udara. TBC biasanya menyerang paru-paru, namun bisa juga menyebar ke tulang, kelenjar getah bening, sistem saraf pusat, jantung, dan organ lainnya.

Jenis tuberkulosis yang diderita oleh pasien sering kali merupakan infeksi TBC laten, di mana terdapat bakteri TBC yang “tertidur” atau belum aktif secara klinis. Bakteri TBC akan aktif dan mulai menunjukkan gejala setelah periode waktu tertentu, beberapa minggu bahkan beberapa tahun, tergantung kondisi kesehatan dan daya tahan pasien.

Jika pasien memiliki sistem kekebalan tubuh yang melemah (misalnya pada penderita HIV, kanker, atau pasien yang menjalani kemoterapi), maka TBC akan berkembang lebih cepat.

Seberapa umumkah TBC (tuberculosis)?

Tuberkulosis sering menyerang kelompok berikut ini:

Pengidap HIV, diabetes melitus (kencing manis), malnutrisi, atau penyakit lain yang melemahkan sistem kekebalan tubuh

Orang yang melakukan kontak dengan pasien TBC

Orang yang merawat pasien TBC, misalnya dokter atau perawat

Orang yang tinggal atau bekerja satu tempat dengan pasien TBC, misalnya di tempat pengungsian atau klinik

Orang yang tinggal di wilayah yang kondisi kesehatannya buruk

Pengguna alkohol atau obat terlarang

Orang yang bepergian ke tempat di mana tuberculosis merupakan penyakit yang umum. Kebanyakan adalah daerah yang masih berkembang seperti di Amerika Latin, Afrika, Asia, Eropa Timur, dan Rusia

Tanda-tanda & gejala

Apa saja ciri dan gejala TBC (tuberkulosis)?

Saat masa inkubasi TBC, penderita biasanya tidak menunjukkan gejala apapun dan penyakit belum menular. Ketika tuberkulosis sudah berkembang, gejala-gejala pun mulai terlihat.

Tergantung pada organ mana yang diserang, gejala TBC bisa berupa batuk yang berlangsung 2 minggu atau lebih, dahak atau batuk darah, sesak napas, demam atau meriang, berkeringat di malam hari tanpa ada aktivitas fisik, penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, lelah dan lemah.

Gejala TBC seperti di atas bisa jadi disebabkan oleh penyakit lain yang berhubungan dengan paru-paru. Masih ada gejala-gejala lain yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang gejala tertentu, segera konsultasikan pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera temui dokter jika Anda mengalami demam, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan dan berkeringat di malam hari. Terutama jika Anda mengalami batuk yang terus-menerus selama 2 minggu. Hal tersebut merupakan gejala penyakit TBC, tetapi juga bisa menjadi gejala dari penyakit lain. Dokter dapat melakukan tes untuk menentukan penyebab dari gejala yang Anda alami.

Penyebab

Apa penyebab TBC (tuberculosis)?

TBC disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (MTB) yang dapat menyebar melalui udara. Bakteri ini dapat terhirup jika terjadi kontak dengan penderita tuberculosis atau melalui udara yang sudah dicemari penyakit TBC melalui batuk.

Setelah memasuki tubuh, bakteri masih belum aktif melainkan akan “tidur” selama beberapa waktu. Periode ini disebut masa inkubasi. Karena bakteri tidak aktif, maka tidak akan ada gejala dan tidak pula menular. Jika pasien mengikuti tes bakteri MTB, hasilnya akan positif meskipun tidak ada tanda-tanda sama sekali. Risiko TBC dapat dikurangi secara signifikan jika terdeteksi dini dalam periode inkubasi.

Dari sepuluh orang yang terinfeksi bakteri MTB, hanya satu orang yang biasanya akan berkembang menjadi terjangkit penyakit TBC. Bakteri akan menyerang tubuh ketika sistem kekebalan tidak mampu melawannya, atau bakteri tersebut menunggu hingga sistem kekebalan melemah (misalnya pada orang lanjut usia, atau pada penderita HIV). Jadi, masa inkubasi akan berbeda pada setiap orang. Ketika bakteri mulai aktif, bakteri akan berkembang di dalam paru-paru dan pembuluh darah, lalu bermigrasi ke bagian tubuh lain.

Faktor-faktor risiko

Siapa saja yang berisiko terkena TBC (tuberculosis)?

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko Anda terkena TBC. Faktor paling besar adalah apabila sistem kekebalan tubuh melemah, di antaranya akibat:

  • HIV/AIDS
  • Diabetes
  • Penyakit ginjal stadium akhir
  • Kanker
  • Malnutrisi
  • Pengobatan kanker, seperti kemoterapi
  • Konsumsi obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis, penyakit Crohn, dan psoriasis.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk TBC (tuberkulosis)?

Jika Anda mengalami batuk terus-menerus, demam atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, maka bisa jadi disebabkan oleh TBC. Untuk mendeteksi sumber infeksi TBC, dokter akan menanyakan tempat Anda tinggal dan bekerja, serta dengan siapa saja Anda melakukan kontak. Dokter juga dapat memeriksa sejarah dari hasil tes kulit TBC, faktor risiko (terutama HIV), kunjungan ke luar negeri, dan kerja lapangan.

Reaksi tes kulit dengan elemen TB (PPD) dapat dilakukan. Dalam tes ini, sejumlah kecil protein yang mengandung bakteri TBC akan disuntikkan ke kulit di bawah lengan; bagian yang bengkak akan diperiksa setelah 48-72 jam kemudian. Ukuran dari bagian yang bengkak tersebut akan menentukan hasil tes. Apabila hasilnya positif, biasanya berarti bahwa orang tersebut telah terinfeksi TBC.

Dokter dapat pula mengambil sinar X dan sampel dahak, darah, atau urin untuk memeriksa keberadaan bakteri MTB. Tes HIV juga bisa dilakukan.

Apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi TBC (tuberculosis)?

  • Gaya hidup dan pengobatan berikut dapat membantu Anda mengatasi penyakit TBC:
  • Minumlah obat sesuai anjuran dokter
  • Konsumsi obat sesuai jadwal
  • Tanyakan pada dokter tentang efek samping pengobatan dan apa yang harus dilakukan bila muncul
  • Lakukan pemeriksaan ulang secara tepat waktu
  • Waspada penularan penyakit kepada orang lain. Tutuplah mulut Anda ketika batuk dengan menggunakan masker, sapu tangan, atau lipatan siku Anda. Menggunakan telapak tangan Anda memudahkan penularan bakteri MTB saat bersalaman dan saat memegang benda lain
  • Ikuti instruksi dokter mengenai kebersihan diri dan lingkungan
  • Segera hubungi dokter apabila tubuh Anda mengalami panas atau dingin, apabila Anda khawatir tentang efek samping obat suatu obat, apabila Anda menunjukkan gejala yang terus-menerus atau bahkan memburuk, apabila Anda mengalami batuk dengan dahak berubah warna atau berdarah.

Kegiatan ini menghasilkan beberapa rekomendasi :

  1. Diterapkannya komitmen dan dedikasi tugas Kader dengan sepenuh hati.
  2. Dibutuhkannya kesepakatan bersama tentang aturan yang disetujui untuk kelancaran acara pelatihan ini.
  3. Dibutuhkan komunikasi aktif antara SSR TB Care Aisyiyah Kota Tegal dengan Kader sehingga terjalin hubungan kerja yang sangaat solid untuk bersama –sama berkomitmen membasmi penyakit Tb
  4. Kader harus aktif menjaring penderita TB agar cita-cita Indonesia bebas TB Tahun 2030 dapat tercapai.
  5. Pemerintah berusaha menggratiskan pengobatan TB. Jika pasien belum memiliki kartu BPJS Kesehatan dan ingin memeriksakan dahak di Puskesmas, maka sementara dapat menggunakan KTP.
  6. Tanpa komunikasi yang baik, pesan tak sampai, pengobatan kurang optimal.
  7. Sabar adalah kunci keberhasilan kader dalam menjalankan tugas.
  8. Banyak apresiasi yang diberikan oleh Pemerintah dan mitra dengan adanya program TB HIV Care Aisyiyah.
  9. Bersama menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dalam rangka penanggulangan penyakit TB.
  10. Adalah harapan bersama bahwa Kota Tegal dapat terbebas dari TB.

Shared Post: